Filipina telah membuat kawasan dilindungi untuk menjaga Philipine duck (Anas luzonica), satu spesies bebek liar yang terancam punah. Bebek yang hanya bisa dijumpai di negara tersebut jumlahnya tinggal 5 ribu ekor saja. Jumlah bebek ini sendiri terus menurun drastis akibat perburuan serta perusakan terhadap habitatnya.

Departemen lingkungan hidup Filipina membuat kawasan dilindungi di distrik Cabusao, kawasan yang merupakan daerah agrikultur di timur negara tersebut.

“Pemilihan lokasi tersebut adalah untuk memastikan bahwa ekosistem yang ada di habitat kritis tetap terjaga dan ada dalam kondisi yang akan mendukung keberadaan bebek Filipina,” kata surat resmi instansi tersebut pada otoritas lokal.

Sebelum ini, oleh kelompok konservasi BirdLife International, Philippine duck masuk ke dalam kategori “vulnerable” yang pada tahun 2005 lalu menyatakan bahwa jumlah hewan itu tinggal 5 ribu ekor.

Di situs resminya, BirdLife menyebutkan, pemburuan yang berlebihan dan penggunaan habitat untuk drainase, penangkapan organisme air, serta penggunaan pestisida secara besar-besaran pada sawah.

Bebek itu sendiri memiliki ciri-ciri memiliki paruh berwarna biru-abu-abu, kepala dan leher berwarna kayumanis, serta bulu coklat dan abu-abu. Untuk hidup, mereka memakan ikan, udang, serangga, beras, dan tanaman lain.